Evaluasi Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Metode Hiradc Pada Proyek Rehabilitasi Kantor Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kota Makassar
Keywords:
Keselamatan kerja (K3), Disiplin Kerja, Manajemen RisikoAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dan penerapan K3 pada proyek rehabilitasi lembaga pemasyarakatan kelas 1 kota Makassar, pengaruh penerapan K3 terhadap besar kecilnya anggaran proyek dan mengetahui tugas pokok dan kendala petugas K3 pada proyek rehabilitasi lembaga pemasyarakatan kelas 1 kota Makassar. Proyek ini dilatarbelakangi oleh aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang masih sering diabaikan, sehingga diperlukan evaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek rehabilitasi kantor lembaga pemasyarakatan kelas 1 kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif survey dan wawancara. Pengumpulan data dalam penelitian ini mencakup data primer yang meliputi wawancara, kuesioner, metode HIRADC dan data sekunder meliputi studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan K3 menggunakan metode HIRADC, namun masih terdapat pelanggaran seperti minimnya penggunaan APD, terutama pada pekerjaan berisiko tinggi. Kesadaran dan disiplin pekerja masih perlu ditingkatkan. Dari 39 item pekerjaan terdapat 9 pekerjaan yang memiliki persentase tertinggi, resiko rendah 0%, resiko sedang 11%, resiko tinggi 78%, dan resiko ekstrim 11%. Setelah di lakukan pengendalian, pekerjaan resiko rendah 77%, resiko sedang 22%, resiko tinggi 0%, dan resiko ekstrim 0%. 2) anggaran K3 sebesar 2% dari total biaya proyek mencakup pelatihan, APD, dan pengawasan. Meski menambah biaya awal, K3 mencegah kecelakaan dan kerugian jangka panjang, sehingga jadi investasi efisien. 3) petugas K3 bertugas menilai risiko, memberi edukasi, dan mengawasi lapangan. Kendala utamanya adalah rendahnya kepatuhan terhadap APD, keterbatasan alat, serta kurangnya pemahaman dan budaya sadar K3